Kab. Bangkalan

0
3569

Wilayah Kabupaten Bangkalan dibedakan menjadi dua bagian menurut besar kecilnya pengaruh laut yaitu : daerah pesisir dan daerah pedalaman termasuk sumber daya alam, sumber daya manusia serta perbandingan luas daratan. Kabupaten Bangkalan terdiri dari 18 Kecamatan dengan 281 desa.   Kabupaten Bangkalan dengan luas tanah 126.182 Ha :

            a.Daerah Landai (kemiringan 0 – 2 %) seluas 68.454 Ha atau 54,25 %

            b.Daerah Berombak (kemiringan 2 – 15 % ) seluas 45.236 Ha atau 35,85 %

            c.Daerah Bergelombang ( kemiringan 15 – 40 %) seluas 11.773 atau 9,33 %

            d.Daerah berbukit (kemiringan > 40%) seluas 719 Ha atau 0,57%

Luas wilyah Kaupaten Bangkalan seluas 1.261.182 Km². 125.804,4 Ha digunakan untuk usaha pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang terdiri dari :

No

Penggunaan Tanah

Dalam setahun ditanami pangan dan hortikultura

padi

Sementara tdk diusahakan

jumlah

1 Kali

2 Kali

1

2

3

4

5

6

 

1

2

TANAH SAWAH

Pengairan teknis

Pengairan ½ teknis

Pengairan sederhana

Pengairan Non PU

Tadah hujan

Pasang surut

TANAH KERING

Tegal

Pekarangan

 

 

789

193

263

700

17.715,4

 

63.105

16.475

 

 

4.597

999

257

564

2.738

 

 

739

 

 

5.386

1.192

520

1.264

21.192,4

 

63.105

16.475

Jumlah ( I +II )

99.240,4

9.155

739

109.134,4

 

 

              I. IDENTITAS KOMODITAS

NO

KOMODITAS

VARIETAS

CIRI – CIRI UMUM VARIETAS WARNA, RASA, AROMA

KEC.

WAKTU TANAM

BULAN PANEN

/PUNCAK PANEN

1

2

3

4

5

6

7

1.

 

 

 

 

 

 

Tan Buah-buahan

 

 

 

 

pisang

 

 

 

 

– Aroma :sedikit harum

– Bentuk buah: bulat lonjong

– Rasa : Manis

– Warna kulit : kuning kecoklatan

– Warna daging: kekuningan

– Ukuran buah : 10-12 cm

    Diameter penampang buah: 2-3 cm

    Jumlah sisirt:12-14 sisir

    berat pertandan : 9-11 Kg

    Tinggi batang : 3-3,5 M

    Jml daun : 7-8 daun

   Umur panen : 165-167hari setelah muncul ontong  

  Kwanyar

 

  Tanah Merah

 

  Geger

 

  Bangkalan

 

  Kamal

 

  Modung

Tahun 2003-Tahun 2006 dilaksanakan pada bulan Okt – November

Pebuar
i-juni

 

             II.PROFIL WILAYAH SENTRA

              1.Hama Penyakit yang menyerang komoditas unggulan dan upaya pengendaliannya

Hama yang menyerang Komoditas Tanaman Unggulan di Kabupaten Bangkalan Yaitu :

                  HAMA KUTU KUTUAN/PENGHISAP

          Kutu daun /TOXOPTERA CITRICIUS

          Lalat Hitam/ALEUROCANTHUS WOGLUMI

          Kutu dompolan putih/PSEUDOCOCUS CITRI

UPAYA / PENGENDALIAN :

          Diadakan pembrantasan hama yaitu dengan cara penyemperottan pestisida sesuai dengan anjuran yang ditentukan

          Pemberantasan hama dilakukan secara serentak

          Pemanggkasan cabang yang kurang berpoduktif

   HAMA PEMAKAN DAUN/MELEUTERPES DENTIPES

Upaya pengendalian :

          Menggunakan Pstisida sesuai dengan anjuran

         Pengendalian secara serempak dalam hamparan kelompok pada periode tertentu

                  PENYAKIT JAMUR TEPUNG/OIDIUM TINGITATINU

Upaya Pengendalian :

          Menggunakan Pstisida sesuai dengan anjuran

         Pengendalian secara serempak dalam hamparan kelompok pada periode tertentu

–   pengaturan pemangkasan agar sirkulasi dan intensitas cahaya dapat optimal

             2.Untuk memperoleh sumber air berasal dari :

Komoditas Unggulan di Kabupaten Bangkalan di lakukan di lahan sawah teknis dengan sumber pengairan dengan mengunakan irigasi teknis melalui saluran pengairan dan pengairan dilakukan dengan cara melalui pompa air dengan mengambil air dari sungai.

 

            3.Dukungan infrastuktur/sarana dan pemasaran yang disediakan oleh pemerintah di daerah sentra

       &nbs
p; 
Fasilitas Pasca panen terutama alat transportasi

            4.Jaminan keamanan

Keamanan dilakukan secara swadaya dengan dibantu aparat, dimana keamanan diutamakan pada saat tanaman berbuah. Pengamanan dilakukan secara kolektif dengan masing – masing pemilik menugaskan tenaga keamanan yang berasal dari keluarga petani dalam kawasan tersebut.

 

             II.PROFIL USAHA TANI

< td style="width: 270.15pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; padding: 0cm 5.4pt;" valign="top" width="360">

 

   Pupuk Organik dan Anorganik, Urea, SP-36, ZA, KCL, Ponska dan Bokashi

– Pupuk Organik 10 – 20 kg/Ph/Th

Pupuk Anorganik 15 6 Kg /Ph/Th

NO

URAIAN

ISIAN

1

2

3

A.

ON FARM (BUDIDAYA)

1.

 

BIBIT

    Asal bibit

 

 

– Bibi berasal dari penangkar lokal , penangkar Dinas dan sebagian dari luar daerah Madura.

2.

 

Pemupukan

    Jenis Pupuk

 

    Dosis Pupuk

 

3

 

Pengendalian OPT

   Hama penyakit Utama

   Cara Pengendalian

 

 

   Ulat pelipat daun, layu pisang

   Mengadakan penyemprotan menggunakan pestisida dan menjaga kelembaan suhu kebun

4.

 

Pengairan

    Sumber Pengairan

 

    Penyiraman

 

 

 

   Pengairan berasal dari air sungai irigasi Teknis dan Pompa air dari sungai

   Penyiraman dari air sumur dan air dari sungai ( musim Kemarau)

5.

 

Pengairan

    Sumber Pengairan

 

    Penyiraman

 

 

   Pengairan berasal dari air sungai irigasi Teknis dan Pompa air dari sungai

   Penyiraman dari air sumur dan air dari sungai ( musim Kemarau)

6.

Pemeliharaan

   Sanitasi kebun

 

 

 

       Sanitasi kebun dilakukan bila tanaman yang terinfeksi penyakit dalam kondisi yang parah

 

   Pemangkasan

 

     Pemangkasan dilakukan pada ranting yang kurang produktif dan pada masa setelah panen

 

Panen

   Cara panen

   Waktu Panen

 

 

       Dilakukan secara tebasan ,

       Waktu panen dilakukan pada buah yang sudah cukup umur /sudah masak

B.

Off Farm

 

Pasca Panen dan Pengolahan

    Pasca Panen

    Bentuk Pengolahan

    Sarana Pengolahan

 

 

       Hasil panen buah dilakukan sortasi sesuai dengan kelas dan ukuran buah

       Pengolahan masih dilakukan dalam skala kecil

       Sarana pengolahan masih dalam skala kecil

 

Pemasaran

       Bentuk Produk

          Tujuan pasar

 

          Jarak Pasar

          Cara pemasaran

          Pelaku Pasar

          Rantai Pemasaran

 

 

 

       Pemasaran hasil dalam bentuk produk dan buah segar

 

 Tanpa di timbang berdasarkan barang /jumlah sisiran, bentuk dan jenis

– Petani – Konsumen

– Petani – tengkulak – konsumen

– petani – pedagang- pengepul – konsumen

 

                IV. PROFIL PERKEMBANGAN

             1.Kelembagaan

    Terdiri dari 18 kecamatan dan 18 kelompok tani.

             2.Bentuk rantai pemasaran

* Petani – konsumen

* Petani – tengkulak/pengecer konsumen

* Petani – tengkulak – mitra usaha – konsumen