4. Kab. Banyuwangi

I.Pendahuluan

 Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu sentra pertanian di Propinsi Jawa Timur dan nasional. Khusus untuk komoditas Tanaman buah, beberapa produk telah mampu menjadi unggulan daerah dan mampu menembus pasar nasional seperti misalnya Alpukat, Buah Naga, Durian, Jeruk Siam, Pepaya, Pisang dan Semangka, bahkan sudah ada yang telah mampu menembus pasar ekspor yaitu Manggis dan Melon.

Khusus untuk Buah Melon berkembangnya tanaman Melon di beberapa wilayah Kabupaten Banyuwangi ini selain karena komoditas tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi dan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan komoditas lain, juga dikarenakan sangat cocok dengan kondisi agroekologi dan agroklimat daerah tersebut, sehingga komoditas Melon dapat lebih cepat berkembang dan umumnya Melon di Kabupaten Banyuwangi ditanam di lahan sawah.

 II. Identitas Komoditas (Melon)

Melon yang berkembang di Kabupaten Banyuwangi ada 2 tipe, yaitu :

1. Netted-melon, dengan ciri-ciri :

  • Kulit buah keras, kasar, berurat dan bergambar seperti jala (net).
  • Aroma relatif lebih tajam
  • Lebih cepat masak dan tahan disimpan.

Melon jenis ini telah berkembang luas di Kabupaten Banyuwangi dengan pangsa pasar lokal, luar daerah (Denpasar, Surabaya, Bandung dan Jakarta) bahkan sudah di ekspor ke Malaysia, dimana setiap dua minggu sekali UD.Pangestu yang beralamatkan di Desa Wonosobo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi telah mampu mengirim 1 kontainer (5 ton) untuk di ekspor.

2. Winter-melon, dengan ciri-ciri :

  • kulit buah halus, mengkilat.
  • Rasa manis dan renyah.

Melon jenis ini mulai berkembang di kabupaten Banyuwangi dengan pola kemitraan, dimana harga ditentukan di depan sehingga petani tinggal mengusahakan agar produksinya sesuai dengan persyaratan yang dikehendaki oleh mitra.

 A.Kondisi Lahan

  • Jenis tanah           : Gromosol, Regosol, Aluvial
  • Topografi             : Datar
  • pH tanah              : 5 – 6,5
  • Ketersediaan air   : Cukup tersedia

B.Agroklimat

  • Tinggi tempat                                : 0 - 300 m dpl.
  • Rata-rata curah hujan                    : 850 mm/tahun
  • Rata-rata jumlah hari hujan           : 65 hari/tahun
  • Rata-rata jumlah bulan basah         : 7 bulan/tahun
  • Rata-rata jumlah bulan kering        : 5 bulan/tahun
  • Lama penyinaran per hari              : 11 jam
  • Suhu Udara                                  : 29°C
  • Kelembaban udara                        : 40%

 C.Keragaan Pertanaman Melon

  • Varietas                                      

           a.Netted-: Aktion, Patriot, Roket, Sakata, dll

           b.Winter-: Apollo, Huny Globe, Golden Langkawi, dll

  • Benih berasal dari                         : Pedagang dan Mitra    
  • Musim tanam                               : Sepanjang tahun
  • Musim panen                               : Sepanjang tahun
  • Bentuk kebun                               : hamparan dan terpencar
  • Areal pertanaman tersebar di       : hampir semua kecamatan di wilayah Kabupaten Banyuwangi                                                    

D.Potensi Pengembangan

  • Potensi lahan sawah                      : 66.578 Ha
  • Yang cocok untuk Melon                : 29.500 Ha
  • SDM Kelompok Tani                      : 209 Kelompok tani dengan jumlah
  • anggota                                        :12.318 orang
  • SDM Petugas Pertanian                  : 40 orang
  • Jumlah tersebut                            : mencukupi

E.Dukungan Sarana dan Prasarana di Wilayah Sentra

  • Prasarana Jalan

 

No

 

Keterangan

Prasarana Jalan

Jalan Propinsi

Jalan Kabupaten

Jalan Kecamatan

Jalan Desa

Jalan Usahatani

1

Akses Jalan

 

 

 

 

 

 

a. Ada, lancar

 

b. Tidak ada, tidak lancar

 

 

 

 

 

2

Kondisi Jalan

 

 

 

 

 

 

a. Hot mix

 

 

 

b. Aspal

 

 

 

c. Tanah

 

 

 

 

 

d. Lainnya (makadam)

 

 

 

 

3

Bisa dilalui truk dengan daya angkut

 

 

 

 

 

 

a. < 5 ton

 

b. 5 – 10 ton

 

 

c. > 10 ton

 

 

4

Lebar Jalan

a. < 10 m

 

 

 

 

 

 

b. 12 – 15 m

 

 

 

 

 

c. 12 – 18 m

 

 

 

 

 

d. > 18 m

 

 

 

 

 

 

  • Akses pasar          : Ada
  • Akses mobilitas     : Ada, lancar
  • Pelabuhan laut      : Ada
  • Pelabuhan udara   : Ada (dalam pembenahan)

 F.Upaya Pemerintah Daerah Untuk mencegah terjadinya sistem monopoli pasar :

    1.Mengadakan pembinaan dan penyuluhan kepada kelompok tani tentang pentingnya informasi pasar.

    2.Menyampaikan informasi dan peluang pasar kepada petani melalui Dinas Perdagangan kabupaten.

    3.Memfasilitasi terjadinya kemitraan dengan pihak ketiga

 G.Profil Usahatani

 

No

Uraian

Isian

1

2

3

ON FARM

1

SOP dan GAP

  1. 1.Sudah memiliki: Dalam Proses
  2. 2.Sudah menerapkan GAP :   Dalam Proses

2

Bibit

  • Hibrida
  • Varietas :
  1. a.Netted-:   Aktion, Patriot, Roket, Sakata, dll
  2. b.Winter-:   Apollo, Huny Globe, Golden Langkawi, dll
  • Jumlah benih per ha :   38 pak
  • Atau populasi tanaman   per ha : 18.000 tanaman (jrk tanam 55 x 50 cm)

 

3

Budidaya

  • Intensif

4

Pemupukan per ha

  • Pupuk Dasar :
    • Organik Bokashi   : 5 – 7 Ton
    • Kapur Dolomit     :   15 kw
    • Superphos           :   7 kw
    • KCL                     : 3 kw

 

 

  • Pupuk Susulan :

a. Umur 7 Hari Setelah Tanam (HST)

             NPK   :  1 kw

b. Umur 14 HST

             NPK   :     36 kg

             Boron :     5 kg

c. Umur 21 HST

  • Dikocor :

             NPK   :   36 kg

Superphos    : 20 kg

  • Ditugal :

             NPK             : 2 kw

Superphos    : 2 kw kg

KCL              : 1 kw      

d. Umur 28 HST

NPK             : 36 kw

e. Umur 42 HST

     NPK           : 100 kg

KNO3         :     20 kg

Superphos   :   100 kg

  1. f.Umur 50 HST

             NPK           :     36 kg

             KNO3        :     30 kg

 

 

 

  • Bila perlu diberikan Pupuk daun, diberikan pada 1 minggu setelah tanam.

 

 

  • Pupuk Boron diberikan pada umur 14 dan 21 HST dengan dosis 16 gr/ 14 lt air ditambah Atonic 10 ml/14 lt air. Pupuk Kalcium (Ca), Magnesium (Mg), dan Boron (Bo) dapat diberikan umur 28 HST dengan dosis 16 gr / 14 lt air ( 1 tangki Handsprayer)

 

 

  • ZPT yang digunakan : Atonik (dosis sesuai dengan anjuran di label)

 

 

  • Cara pemberian pupuk

= Pupuk susulan diberikan dengan dua cara, yaitu :

  1. 1.Dikocor
  2. 2.Ditugalkan 15 cm dari tanaman

 

 

  • Waktu pemberian : masa vegetatif dan generatif

     = Pupuk Dasar : diberikan bersama dengan persiapan tanah terakhir sebe-lum dilkukan penutupan mulsa plastik.

     = Pupuk Susulan :

-  Pupuk Susulan I       ( umur 7 HST )

-  Pupuk Susulan II       ( umur 14 HST )

-  Pupuk Susulan III     ( umur 21 HST )

-  Puouk susulan IV       ( umur 28 HST )

-  Pupuk Susulan V       ( umur 42 HST )

-  Pupuk Susulan VI       ( umur 50 HST )

5

Pengairan

  1. a.Sistim irigasi : Teknis
  2. b.Cara:   Leb dan kocor
  3. c.Waktu:
  • Pengairan diberikan mulai awal tanam dan dihentikan 7-10 hari sebelum panen dengan takaran sesuai dengan kebutuhan.
  1. d.Ketersediaan : Cukup
  2. e.Sumber:   Irigasi Teknis

OFF FARM

1

Pemasaran

  • Bentuk Produk
  • Tujuan pasar
  • Jarak pasar
  • Pelaku pasar

 

 

 

  • Lokasi psr kab.

 

  1. oBuah segar
  2. oPasar lokal (5%), pasar luar kab (25%), pasar Propinsi ( 40%), eksport (30%)
  3. oAntar kecamatan berkisar 5 – 50 km
  4. oPedagang pengumpul – Pedagang Besar – Retail
  5. oPedagang pengumpul – Pedagang Besar – Eksportir
  6. oPedagang pengumpul – Pedagang besar – Pengecer
  7. oPedagang pengumpul - Pengecer

-   

2

Harga

  • Harga di tingkat petani
  • Harga di tingkat pengumpul desa 
  • Harga di pengumpul kabupaten
  • Harga di Supermarket kabupaten 
  • Harga sesuai dengan kualitas

3

Rantai Pemasaran

  • Petani – Pedagang Pengepul – Pengecer – Konsumen
  • Petani – Pedagang Pengepul – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen
  • Petani – Pedagang Pengepul – Pedagang Besar – Retail – Konsumen
  • Petani – Pedagang pengepul – Pedagang Besar –Eksportir – Retail - Konsumen

 

Analisa Kelayak-an Usahatani Per Hektar

 

 

 

  • Skala Usaha
  1. o1 Ha ( 3)

 

  • Biaya Produksi
  1. oRp. 45.000.000,-

 

  • Nilai Produksi
  1. o18.000 Kg X Rp. 5.000,- =   Rp. 90.000.000,-

 

  • Keuntungan
  1. o45.000.000,-

 

  • BC Ratio
  1. o2,0

 

  • BEP
  1. oRp. 4.000/ph

 

H.Profil Kelembagaan

a. Jumlah Kelompok Tani di Kabupaten

No

Kecamatan

Jumlah Kelompok Tani

Jumlah Petani

Luas Lahan Yang diusahakan

Jenis Usaha lain

1.

Tegalsari

25

3.375

1.025

Padi, Cabai Merah, kacang panjang

2.

Tegaldlimo

86

7.773

2.051

Kedele, Jagung, Cabe merah

3.

Pesanggaran

10

2.089

550

Kedele, Jagung, Cabe merah

4.

Siliragung

15

847

255

Kedele, Jagung, Cabe merah

5.

Bangorejo

55

24.653

6.980

Kedele, Jagung, Cabe merah

6.

Muncar

24

2.507

2.364

Kedele, Jagung, Cabe merah

           

            Profil Kelompok Tani

 

No

 

Kecamatan

Nama

Kelompok Tani

 

Alamat

Jumlah

Anggota

Luas Lahan Yang diusahakan

( Ha )

Produksi

( Ton )

Kontak Person

(Ketua, Telp/ HP, dll)

1

2

3

4

5

6

7

8

1.

Tegalsari

Tani Sejahtera

Ds. Karangdoro

60

47

90

SUTRIYONO

081234312555

2.

Cluring

Cempaka

Ds. Sraten

75

95

50

H.M. TOHAR

081559579102

3.

Pesanggaran

Sinar Cabe

Ds. Sumbermulyo

54

61

45

PUJIANTO

(0333) 710506

4.

Muncar

Ridho Tani

Ds. Tembokrejo

64

55

60

AGUS SUGIARTO

085236766884

 

Kemitraan :

No

Perusahaan Mitra

(Nama/Alamat/Telp)

Nama

Kelompok Tani

Jml. Kelompok Tani Lain yang turut bermitra

Jenis Kemitraan

1

-

Tani Sejahtera

-

Pemasaran

2

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

b. Asosiasi

Telah dibentuk Asosiasi Petani Melon Kabupaten Banyuwangi, pada hari Selasa tanggal 23 Juni 2009 bertempat di Aula eks Dinas Kehutanan, Pertanian dan UKP Kabupaten Banyuwangi Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 80 Banyuwangi,

c. Penangkar benih/bibit

 

No

 

Kecamatan

 

Nama Penangkar

 

Alamat

 

Komoditas

Jumlah Benih Yang Diproduksi (Phn)

1.

Tegaldlimo

-

-

-

-

2.

Pesanggaran

-

-

-

-

3.

Siliragung

-

-

-

-

4.

Bangorejo

-

-

-

-

5.

Purwoharjo

-

-

-

-